Sabtu, 29 Juli 2017

Khayal & Nyata

mimpi, bermimpilah setinggi-tingginya, setinggi yang kamu bisa.. agar saat jatuh, jatuh nya dirimu berada di atas tumpukan bintang-bintang.. begitu kata seseorang yang pernah mengajarkan ku agar jangan pernah putus asa dan terus mempunyai mimpi.

kalau aku bisa, aku akan berkhayal, mengkhayal yang diluar jangkauan nalar manusia.. agar aku sendiri tak perlu merasa takut dengan peraturan yang dibuat oleh manusia, peraturan yang mengikat bakat yang ada dalam diriku..

aku pernah berfikir, bagaimana jadinya kalau film, drama tv atau pun novel berubah menjadi kenyataan? kisah-kisah di dalamnya tak lebih tak kurang hanya berawal dari sebuah khayalan belaka.. tak banyak yang berdasarkan kisah nyata, kalau pun ada kisah nyata aku rasa tak mungkin asli seperti yang terjadi, ditambah sedikit bumbu disana-sini.. lalu aku tersadar, ternyata.. berkhayal ada gunanya..

sulit rasanya, ntah bagaimana bisa.. mungkin aku memang memiliki bakat mengkhayal tingkat dewa..
mudah merangkai cerita dalam asa yang tercipta.. sayangnya ketika aku tersadar, semua hanyalah dusta dan tak nyata..

lalu apa guna khayal dalam nyata?
ah, mungkin ini semacam hubungan mutualisme.. saling menguntungkan,
dimana khayal bisa menghilangkan rasa sakit nyata, dan nyata bisa menyadarkan khayal, agar tak usah terlalu dalam terpengaruh dengan dunia kita sendiri..

dorongan, motivasi.. mungkin itulah alasan khayalan dan kenyataan ada..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar